Siapa sih yang belum pernah lihat simbol paraf seperti gambar di atas? Kalau kamu orang Indonesia In sya Allah pernah dong. Seperti yang budimen lihat, gambar di atas merupakan salah satu simbol paraf bapak/ibu guru dari generasi ke generasi. Pertanyaannya kenapa bisa sih? Yuk kita cari tau bersama di blog ini!
Simbol tersebut dikenal dengan nama "Krul". dalam bahasa Inggris artinya adalah keriting atau ikal. Tentu kita biasa melihatnya bahwa simbol ini sering dipakai oleh kebanyakan guru Indonesia untuk memberikan tanda kepada muridnya bahwa jawaban tugas harian, penilaian semester, atau yang lainnya telah diperiksa dan dianggap benar. Oleh karenanya wajar saja banyak masyarakat Indonesia mengira, simbol tersebut merupakan tanda tangan versi ringkasnya seorang guru Indonesia. Namun bila kita melihat sejarah, simbol ini merupakan sebuah warisan budaya Belanda yang turun menurun hingga saat ini.
Perlu budimen ketahui bahwa nama versi aslinya "Krul" memiliki bahasa Belanda yang cukup rumit untuk ditulis yakni "Goedkeuringskrul". Menurut Paul Dijstelberge seorang ahli percetakan asal Belanda sekaligus pakar dari Universitas Amsterdam membeberkan simbol "Krul" sudah digunakan sejak awal abad ke-19. Adapun para sejarah dunia memaparkan bahwa simbol "Krul" berasal dari simbol "G" menunjukan salah satu kosakata Belanda yakni goed yang artinya bagus atau gezien yang artinya telah diperiksa. Pertanyaannya, mengapa bentuknya jauh dari huruf G? Menurut para ahli sejarah, hal ini dikarenakan huruf tersebut ditulis dengan terburu-buru sehingga munculah simbol tersebut.
Jadi, pada masanya simbol ini bukan digunakan untuk memeriksa tugas murid melainkan digunakan untuk memberikan tanda pada sebuah dokumen bahwa berkas tersebut telah disetujui, dan benar sesuai dengan petunjuk atau perintah. Di inggris metode pengecekan ini disebut dengan Flourish of Approval.
Uniknya simbol ini hanya digunakan oleh Belanda serta beberapa negara jajahannya saja seperti Indonesia, Afrika Selatan, dan Suriname. Lebih menariknya lagi, Belgia sebagai negara tetangga sebelahnya tidak menggunakan simbol tersebut untuk urusan birokrasi dan administrasi.

Comments
Post a Comment