Skip to main content

Suka dan Duka Hidup Seorang Santri Part II

 

 

Menjalani kehidupan seorang santri tentunya membutuhkan nyali yang tinggi dan tekad yang keras demi menghadapi berbagai tantangan yang luar biasa. Suka dan duka pasti terlewati. Terutama sebuah duka. Mulai dari adaptasi, belajar penuh mandiri, terpisahnya jarak dari keluarga dan lain-lainnya. Ada yang pernah bilang, “Siap menjadi santri berarti siap menjalani hari yang sering terbebani, terbebani karena berusaha hidup mandiri, mandiri tuk berjuang mendapatkan ilmu syar’i, lalu diamali tuk diri sendiri dan tak lupa memberi demi meraih ridho ilahi yang nantinya akan dihidupkan kembali agar dapat surga haqiqi bukan hanya surga duniawi.” Capek gak tuh bacanya? Wkwkwk

Tapi pernah gak sih budimen terutama untuk budimen dari kalangan adik-adik yang sebentar lagi mau melanjutkan pendidikannya di pondok pesantren, kalau yang namanya mondok itu gak selalu memprihatinkan kok, apalagi sampai level na’as dan menakutkan seperti yang dibayangkan. Lagi pula kalau seandainya suasana mondok begitu, pastinya ana juga gak akan pernah punya status ini sampai menjadi alumnus. Perlu diketahui adik-adik bahwa yang namanya mondok tentunya jauh lebih seru bahkan ane yang sudah lulus seneng banget bernostalgia ke masa-masa terindah, terkocak, terawkward, tersedih, tapi ter-the best juga!

 Jangan salah, setiap duka santri gak selalu dijadikan kesedihan selamanya. Karena hal ini experience kita jadi semakin bertambah yang nantinya bisa kita ceritakan kepada keluarga, teman-teman, orang lain, atau anak cucu nanti! Istri enggak? Eeeee…. (omongannya berat)

Nah karena ane sendiri pernah melewati masa-masa itu ana jadi mau cerita dan share juga nih tentang suka dan dukanya hidup seorang santri. Berhubung dukanya sudah ana share di blog sebelumnya jadi di sini ana hanya akan share tentang beberapa sukanya hidup seorang santri. Nah, buat budimen yang belum sempat baca dukanya hidup seorang santri, mending tahan dulu deh. Nanti kalau udah gak kuat ente ngibrit ke WC! Emang mau ngapain is? Canda kok!

Suka dan Duka Hidup Seorang Santri Part I

Berikut pengalaman yang memorable dan takkan pernah terlupakan:

 1.    Auto pinter memanage waktu

Ini beneran berasa sih, inget dulu saat SD yang mana ana masih kolokan banget sama emak sampe banyak yang bilang ana tuh udah kayak prangko. Kok prangko dah? Apa hubungannya? Prangko kalau udah nempel kertas gimana sih? Dulu yang apa-apa harus sama emak, dari emak, demi diri sendiri aja susah banget. Nah, dari kehidupan baru ini selain ana diharuskan mampu beradaptasi ana juga diharuskan mampu mengatur waktu sebaik mungkin setidaknya gak sekacau waktu SD yang kerjaannya ngebolang terus udah kayak bocah ilang.

 Oeah sebenernya kebiasaan ini bukan terjadi karena ane sendiri melainkan adanya schedule kegiatan harian pondok yang mewajibkan santrinya untuk mematuhinya. Memang pertama-pertama terkesan terpaksa dan berat parah!! Tapi jangan salah dengan kata pepatah satu ini, “Terpaksa jadi biasa…” Kalau terpaksa dijodohi oleh bapak dan ibu sendiri gimana? Oh monmaap kita lupakan saja kata pepatah itu! Just kidding pah, mah tolong jangan dicoret dari kartu keluarga!

 

2.    Pola hidup yang terarur

Udah selesai ngerjain tugas belum?

Budimen bayangin aja, gimana gak teratur? Toh kita diwajibkan mematuhi schedule kegiatan hariannya. Atas izin Allah dengan berjalannya waktu yang cukup singkat kebiasaan buruk yang dulu selalu berulang kali bisa hilang begitu saja. Contohnya: Solat 5 waktu jadi termotivasi yang sebelumnya terasa berat jadi terasa biasa saja, mungkin yang sebelumnya jarang baca Alquran jadi sering baca alquran setidaknya dalam sehari lisan kita tidak pernah lepas dari melantunkan ayat Allah, jadwal tidur teratur, makan 3x sehari jarang telat, belajar menghemat pengeluaran, dan masih banyak lagi. Gak percaya? Coba deh kalian tanya sendiri kepada para alumnus pondok entah itu dari kalangan keluarga, tetangga, atau kalau ada tukang cilok juga boleh kok. Tapi inget, jangan nanya doang, wajib beli juga! Ngeri artikel ane direport sama abangnya, wkwkwk.

 

3.    Banyak hafalan

Sampai sini sadar kan? Sekalipun ente males-malesan paling tidak ente tetap mendapatkan jumlah hafalan Alquran, hadits-hadits rasul, quotes para ulama dan sebagainya yang jauh lebih banyak dibandingkan temen-temen ente yang pada umumnya hanya belajar agama di sekitar lingkungan rumahnya. Kenapa hal itu bisa terjadi? Tentunya hal yang tidak bisa dipungkiri adalah faktor sebuah lingkungan. Karena faktor lingkungan yang artinya semua terjadwal, tersusun, terulang, dan selalu bertatap pada interaksi yang pembahasannya tidak jauh berbeda bahkan bisa jadi sama serta terulang memicu kita untuk termotivasi dalam banyak menghafal terutama hafalan yang telah ditargetkan oleh pondok pesantren tersebut.

Tapi bukan berarti di sini ana mengajarkan para budimen untuk malas-masalasan atau bersantai-santai saja. Karena apapun itu bentuknya kita tidak akan pernah bisa meraih apa yang kita inginkan dengan cara mie instan. Mienya coret kali is! Sssstttt…..

 

4.    Awal bulan tiba

Setiap yang berawal pasti berakhir, setiap yang berakhir belum tentu bisa berawal kembali. Misalnya, tutupnya sebuah usia kecuali mati suri tapi suatu saat dia akan berakhir juga kan? Weh horror amat is! Makanya banyak-banyak istigpar dah! Ane juga kok hehe…

Menanti terbitnya fajar

Awal bulan merupakan moment yang dinanti oleh seorang santri macam ane karena dengan hadirnya satu moment ini, kejenuhan yang membandal dapat terhilangkan dengan sendirinya layaknya sabun rinso yang hanya 2x kucek. Beda cerita kalau dia adalah seorang putra dari raja mang Odinson (Silahkan search sendiri siapakah ia?) baginya awal bulan hanyalah sebuah bonus. Gimana gak dianggap bonus? Akhir bulan aja masih sanggup-sanggupnya ngasih sodaqoh kepada santri-santri yang menanti terbitnya fajar di awal bulan. Sedih beud deh ya Allah. Tapi begitulah kenyataan santri yang tak bisa dipungkiri.

Selain rasa kebahagiaan santri datang dari terbitnya fajar, banyak dari santri di waktu tersebut mendapatkan kehatangan dari kasih peluknya keluarga mereka secara langsung. Disini terbukti bahwa awal bulan adalah moment yang sangat menyegarkan untuk semua kalangan. Alhamdulillah.

 

5.    Kiriman paket

Permisi... Paket!!

Selain awal bulan, hal satu ini mampu mencuci kejenuhan yang membandal layaknya sabun rinso tadi. Contohnya persis kayak ane yang jarang banget dijenguk keluarga. Lebih indahnya lagi paket datang pada pertengahan bulan. Wkwkwk. Jadi inget, kalau dulu dapet paket di pertengahan bulan dan merasa kebutuhan masih tercukupi akhirnya ane pernah merasakan jadi putra dari raja mang Odinson sementara. Sombong amat! Bukan sombong, rasanya seru aja bisa berbagi!

 

6.    Saling peka dan berbagi

Fix ini moment akan selalu teringat dan gak akan pernah terlupakan. Dari banyaknya santri saat mereka sedang memiliki tanpa harus memilki lebih jarang rasanya dari mereka hanya memperuntukkan diri sendiri. Misalnya, memberikan beberapa tetesan sabun cair, shampoo, secoel odol saat mendapatkan santri yang kehabisan stok, saling berpartisipasi mendonasikan sebagian hartanya dikala mendapatkan teman yang tidak sengaja merusak atau menghilangkan barang si peminjam, makan ramean pake 1 nampan, dan lebih indahnya lagi bisa saling sharing ilmu bersama mereka.

Terkadang ada aja moment dimana saat seorang ustadz menjelaskan materi ane gak bisa begitu paham langsung dari apa yang telah disampaikannya tapi begitu teman menjelaskannya dengan bahasa pertemanan ana bisa memahaminya dengan baik. Dari situ ana mengaggap bahwa betapa pentingnya menjaga pertemanan dalam kehidupan karena selain mereka mampu memberikan arti sebuah materi, mereka juga mampu memberikan arti sebuah nilai akademi dan moral yang nantinya akan kita aplikasikan. The Best deh pokok’e!

 

7.    Setiakawan

Jelas ini akan tumbuh pada diri budimen terhadap kawan-kawan santri budimen. Terlebih dalam pertemanan se-angkatan budimen which is budimen bersama teman-teman telah merasakan suka duka dan haru birunya dalam menjalani kehidupan pada atap yang sama, ditambah budimen bersama teman-teman merasakannya pada jangka waktu yang cukup panjang. Ada sebuah penelitian mengungkapkan bahwa, “Persahabatan yang berlangsung lebih dari 7 tahun akan berlangsung dalam seumur hidup.” Walaupun ada penelitian lain menentangnya tapi entah mengapa ana merasakan realita dari penelitian yang mengungkapkan indahnya persahabatan yang telah terjalin lebih dari 7 tahun tersebut. Wallahu a’lam yang mana benarnya tapi yang terjadi hingga saat ini ana dengan kawan-kawan se-alumnus merasakan betapa kuatnya persahabatan kita. Alhamdulillah ane dan mereka masih diberi kemampuan oleh Allah untuk bisa menjalaninya dengan erat yang seerat-eratnya even kita telah menjadi alumnus dari 4,5 tahun lalu dan jarak yang memisahkan kita semua. 

Ilustrasi persahabatan satu atap

Anyway terbaik untuk ketua angkatan ane dan kawan-kawan alumnus yang selalu menanyakan kabar dan kondisi para sahabat karibnya hingga saat ini. Sumpah pengen banget nyebutin namanya di bagian paragraf ini cuma ane gak berani meskipun yang diungkapnya sebuah kebaikan, peace!

Ana dan mereka selalu beranggapan bahwa tidak ada alasan untuk putus dalam menjalani persahabatan yang telah dibangun bersama selama 7 tahun apalagi pada zaman generasi Z ini yang artinya semua serba digital mampu menjalankan kegiatan atau aktifitas dengan baik. Maka dari itu ana selalu berdoa kepada Allah, “Semoga persahabatan kita terus terjalin hingga maut memisahkan kita.” Sumpah I’m so sad cuyyy!! Udah ah gak mau bahas panjang-panjang takut badai menuai, ckckck! 

8.    Berakhirnya sebuah cerita


Akhir dari sebuah cerita

Terus terang ane sendiri sebenarnya bingung mau memasukan bagian ini ke part sebelumnya atau part yang saat ini sedang budimen baca tapi setelah dipikir-pikir sebelum ane menulis blog yang menjadi 2 part ini, ane lebih merasa cocok dan layak menuangkannya pada blog bagian ini.

Dari berakhirnya sebuah cerita, tentu ane merasakan duka dan kesedihan yang amat dalam, atas haru biru yang telah dilalui bersama sahabat-sahabat disana. Sukanya ana bisa berkumpul kembali dengan keluarga tercinta dan membawa bekal demi meraih cita-cita serta berpeluang tinggi untuk memberikan pula bekal tersebut kepada keluarga yang telah lama menantikan diri ana agar dapat berkumpul kembali dan memberikan bekal tersebut kepada mereka.

Terkadang suka berpikir, “Apakah ini yang dimaksud dari setiap yang berawal pasti berakhir tapi setiap yang berakhir belum tentu bisa berawal kembali?”

Alhamdulillah selesai sudah budimen membaca blog ke-3 sampai dengan ke-4 ini. Itulah berbagai suka dan duka hidup seorang santri yang pernah ana rasakan selama menjadi santri 7 tahun. Sebenarnya ada banyak lagi selain dari blog ini yang pernah ane lalui dari suka dan duka hidup seorang santri tapi ana meringkasnya dengan beberapa yang sangat mencolok dari kehidupan seorang santri.

Ane yakin kok suka dan duka tidak hanya terjadi pada kehidupan santri saja melainkan apapun status dan profesinya pasti pernah melalui dua hal itu. Perlu diingat wahai para budimen, dalam sebuah kehidupan setiap yang bersuka pasti ada duka dan setiap yang berduka pasti ada suka. Ambilah hikmah dari sebuah kehidupan karena kehidupan manusia tidak akan pernah lepas dari suka dan dukanya. Tentu 2 kata ini memiliki arti yang sungguh luar biasa hanya saja kita lebih dekat dengan tidak mensyukurinya sehingga tanpa disadari hati kitapun lebih dekat dibutakan dari hikmah dua kata ini, suka dan duka.



Comments

Popular posts from this blog

Dampak Negatif dari Malas Membaca

                    Buku merupakan salah satu jendala ilmu karena buku dapat dikatakan sebagai sumber dari segala ilmu dan tentunya membaca buku merupakan kebutuhan penting untuk meng-upgrade diri. Namun, sayangnya di negri ibu pertiwi angka minat baca tertinggal jauh oleh negara lain. Menurut data UNESCO menunjukan, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan yakni hanya 0,001% artinya dari 1.000 orang Indonesia cuma 1 diantaranya yang rajin membaca. Riset berbeda dituangkan oleh World’s Most Literrate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016 lalu bahwa Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara minat baca, persis di bawah Thailand yang menduduki peringkat ke-59 dan di atas Bostwana yang menduduki peringkat ke-61.           Tak terbayang bukan, betapa jauhnya angka minat baca di Indonesia? Selanjtunya, apakah budimen sadar...

Balita yang Ngeselin Parah!!

            Kecil, lucu, imut, serta sifat dan tingkah lakunya yang menggemaskan siapa lagi kalau bukan seorang balita. Makin menggemaskan rasanya saat kita berhasil membuatnya tertawa riang lalu mengulang-ngulangnya kembali untuk mendapatkan riangnya yang lebih dari si balita yang menggemaskan.           Di sisi lain sifat balita tuh gak selamanya ngegemesin ada aja kalanya mereka senang membuat suasana ricuh dengan teriakannya, merasa memiliki apa yang dia suka, rasa ingin tau yang tinggi kek contohnya mainin peralatan dapur entah itu parutan keju, gunting, atau pisau dan lebih konyolnya lagi adalah banyak kejadian yang sering didapatkan dari mereka yakni akibat rasa ingin taunya yang tinggi dan saking tingginya, dia memasukan benda-benda kecil ke dalam mulut, hidung, atau telinga yang nanti emaknya bakal jejeritan plus panik gak karuan. Mungkin dalam pikiran si balita, "Apakah keluarnya akan jadi bom atom?" Gak paham ju...

Makna Dibalik Bangunan Masjid Istiqlal

                    Warga plus enam puluh dua siapa sih yang gak kenal dengan masjid termegah satu ini? Bangunan yang dinamakan Istiqlal ini merupakan salah satu tempat sujudnya kaum muslimin yang berlokasi di Jakarta Pusat, Indonesia. Selain terkenal dengan megahnya, masjid ini merupakan masjid terbesar pertama di Asia Tenggara dan menjadi salah satu deretan masjid terbesar di dunia. Karena kemegahannya masjid ini telah dikunjungi oleh berbagai tokoh dunia seperti Angela Merkel, Barrack Obama, hingga Raja Salman. Sampai di sini, budimen mungkin sudah banyak tahu. Iya gak sih? Tapi, apakah budimen tahu bahwa masjid termegah di Asia Tenggara ini memiliki banyak seni dan filosofi yang bermakna pada setiap sudut bangunannya? Penasaran? Yuk simak tentang apa saja makna dibalik bangunan masjid Istiqlal!          Sebelumnya, salah satu awal mula sejarah masjid Istiqlal dibangun adalah terjadinya  penyera...